Just Another Little Things You Don't Know About Me

Minggu, 13 November 2016

One Step Closer


Yogyakarta, suatu kota budaya yang terletak di tengah Pulau Jawa. Kota yang sama sekali belum pernah terbayangkan bahwa pada akhirnya aku akan tinggal dan belajar di sana. Awalnya, aku bercita-cita untuk menuntut ilmu di barat Jawa sana, di tengah hiruk pikuk kota yang sebutannya Kota Belimbing Dewa, katanya.
Berawal dari kekagumanku terhadap salah satu kakak kelas di SMA, begitu banyak pencapaian yang telah beliau dapatkan selama menempuh pendidikan, baik prestasi akademik maupun non-akademik. Ditambah lagi beliau melanjutkan studinya di lembaga-pendidikan-kedokteran nomor wahid di Indonesia, melalui jalur undangan pula. Siapa yang tidak terdorong motivasinya untuk ikut menyusul ke kampus-kuning sana?
Ya, sepanjang perjalanan akhirku di SMA, aku selalu beranggapan bahwa aku bisa menyusulnya di kampus yang sama. Siang-malam aku belajar, tak kenal lelah demi mendapatkan satu kursi yang diperebutkan ribuan orang di luar sana. Mengunjungi kampusnya, mengikuti kegiatan Open House, selalu memperbarui kabar terbaru tentang fakultasnya, bahkan sampai membeli banyak souvenir-nya sebagai motivasi agar aku bisa lebih rajin lagi belajar.
Sampai pada akhirnya, dengan mengambil segala risiko yang ada, aku tuliskan mimpiku itu di laman resmi SNMPTN 2016. Walau aku tahu nilai raportku tak sebagus dan sesempurna kakak kelas -yang kukagumi- itu, prestasiku juga hanya secuil jika dibandingkan dengan kepunyaan-nya. Aku nekat. Aku berpikir, "Gak apa-apa lah, setidaknya aku mencoba. Kalau pun gagal, aku masih bisa coba di SBMPTN."
Singkat cerita, aku tak lolos SNMPTN 2016. Ya iya lah, nilai raport segitu pengen masuk "ke sana", cari mati atau gimana? gumamku dalam hati. Aku sudah menduga sebelumnya, sih. Aku juga sudah mempersiapkan mental baja untuk menghadapinya. Kecewa pasti ada, tapi aku belum mau menyerah. Masih ada SBMPTN! teriakku dalam hati.
Aku menjadi lebih semangat kala itu. Aku pergi ke tempat bimbel dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, bahkan tak jarang aku pulang larut malam demi memperjuangkan mimpiku itu, menjadi seorang mahasiswi kedokteran di kampus-yang-ada-nama-negara-kita nya itu.
Dua minggu jelang SBMPTN, nilai tryout-ku tak kunjung naik. Hanya stuck di kisaran 40-50% saja, masih jauh dengan targetku untuk bisa mencapai angka 65%. Akhirnya, dengan berat hati, aku memutuskan untuk putar arah. Beragam pertimbangan aku lakukan demi mendapatkan program studi pilihan, bukan asal-asalan. Akhirnya, di SBMPTN aku memilih Farmasi-Ganesha sebagai pilihan pertama, Farmasi-Gadjah Mada sebagai pilihan kedua, dan Teknologi Pangan-Tembalang sebagai pilihan ketiga. Tak ada pendidikan dokter sama sekali.
Atas saran sahabat-sahabatku, aku akhirnya mengikuti Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada dengan program studi Farmasi di pilihan pertama, Kimia di pilihan kedua, dan Gizi Kesehatan di pilihan ketiga. Lagi-lagi, tak ada pendidikan dokter di pilihanku. Aku hampir menyerah untuk merebut kursi menjadi mahasiswa kedokteran saat itu.
28 Juni, pengumuman SBMPTN pun tiba. Rekan seangkatanku mulai ramai berkabar di grup media sosial. Berbagai universitas dan program studi idaman telah berhasil mereka dapatkan, walau sebagian ada yang harus menimba air mata karena belum diberi kesempatan yang sama. Dengan antusias, aku pun membuka laman resmi SBMPTN untuk mengetahui bagaimana kelanjutan kisahku sebagai calon mahasiswa baru. Aku berharap Tuhan meloloskanku di program studi pilihan pertama, orang tuaku juga demikian.
Namun, lagi-lagi terjadi. Aku gagal merebut pilihan pertama dan kedua. Pilihan ketiga-lah yang muncul di halaman pengumuman. Entah aku harus bahagia atau malah kecewa. Bahagia? Tapi itu bukan sepenuhnya pilihanku. Kecewa? Tak tahu diri sekali, kamu ini! Harusnya kamu bersyukur, di luar sana banyak yang menangis meronta-ronta karena gagal SBMPTN. Dan kamu masih mengharapkan yang lebih? Dasar manusia, tak pernah puas dengan apa yang Tuhan beri! Ah rasanya seperti ada dua jiwa di hidupku yang berdebat tak menentu. Aku masih penasaran dengan pengumuman UM-UGM ku. Hasilnya seperti apa, ya?
Rasa kaget tak percaya melingkupi ruang keluarga di sebuah rumah di daerah Jawa Barat pada malam itu. Malam setelah pulang shalat tarawih dalam balutan indahnya bulan Ramadhan memang selalu menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul keluarga. Tak terkecuali pada tanggal 1 Juli 2016 –dimana sebuah pengumuman yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba-- yang menjadi titik awal kehidupan baruku sebagai mahasiswa, mahasiswa baru lebih tepatnya.
Aku diterima menjadi calon mahasiswa baru Fakultas Farmasi UGM, akhirnya. Aku memutuskan untuk memilih ini dan mencoba melupakan mimpi awalku yang masih berkutat seputar dunia kedokteran dan universitas-berjaket-kuningPuji syukur tak hentinya aku lantunkan ketika aku bisa menjadi gadjah mada muda tahun ini. Menyisihkan kiranya ratusan bahkan ribuan pesaing yang menginginkan satu kursi yang aku duduki sekarang.
Aku resmi menjadi mahasiswa Universitas Gadjah Mada 2016 setelah melalui serangkaian proses registrasi yang cukup menyita waktu dan tenaga. Tepatnya 30 Juli 2016, aku dan 8000-an mahasiswa baru UGM lainnya diundang untuk mengikuti rangkaian acara Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) 2016.
Seperti apa ceritanya? I’ll be back, soon.

Sabtu, 18 Januari 2014

Tips dan Trik Menghadapi Ujian Nasional 2014

 Ujian Nasional hanya tinggal menghitung hari. Oleh karena itu, sudah seharusnnya kita mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Nasional. Nah, maka dari itu disini saya membagikan tips dan trik menghadapi Ujian Nasional 2014. Diantaranya:

1. Berdoalah pada Tuhan
Adalah sombong yang beranggapan bahwa keberhasilan kita semata-mata usaha dan kerja keras kita sendiri tanpa keikutsertaan Sang Pencipta. Untuk itu dengan segala kerendahan diri dan hati di hadapan-Nya, kita panjatkan doa agar diberi kelulusan, kesehatan dan kemudahan dalam menghadapi ujian nanti. Tuhan Maha Tahu dan tentu akan mendengarkan dan mengabulkan doa hamba-hambanya.

2. Hadapilah ujian dengan tenang dan proporsional
Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional, anggaplah bahwa ujian merupakan sesuatu yang harus dihadapi dan dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan lancar.

3. Bersikaplah proaktif
Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal 5,50 justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 7,01 atau 8,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.

4. Buatlah rencana
Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UAN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.

5. Perbanyaklah baca dan latihan soal
Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian).

6. Belajar kelompok
Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita.

7. Efektifkan belajar di sekolah
Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus walaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah. Pada umumnya, para siswa kurang menggunakan kemampuan nalarnya dalam belajar, baru sebatas menghafal. Siswa juga masih kurang untuk bertanya, berdialog bahkan berdebat dengan gurunya. Padahal kemampuan bertanya salah satu upaya untuk memperkuat pemahamaman atau pengertian dan keterampilan belajar.

8. Mohon doa restu dari orang tua
Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UN 2014 sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UN.

9. Rajin bertanya
Rajin-rajinlah bertanya, karena dengan bertanya kita dapat mengetahui apa yang sebelumnya tidak kita ketahui. Jika ada kata/kalimat yang tidak kita ketahui di dalam buku yang kita pelajari, maka sangat dianjurkan untuk bertanya pada ahlinya, baik itu guru, orang tua, maupun kakak kita. Ketika di sekolah, jika ada penjelasan guru yang tidak kita mengerti, maka bertanyalah. Jangan takut bertanya! Karena kemungkinan masih banyak teman sekelasmu yang juga tidak mengerti penjelasan guru tersebut, hanya saja mereka malu bertanya. Kalau tidak pernah bertanya, kita tidak akan tahu sampai kapanpun. Ingat, “malu bertanya sesat di jalan.”

10. Motivasi diri anda
Motivasilah diri anda sedini mungkin untuk belajar, karena dengan adanya motivasi dapat meningkatkan keinginan untuk selalu dan terus belajar. Salah satu cara memotivasi diri anda adalah dengan membuat beberapa afirmasi, seperti “kalau dia bisa, kenapa aku nggak bisa?”.

11. Mengubah pola belajar
Artinya kita mengubah konsep belajar kita yang mungkin tidak bermanfaat dan hanya membuang waktu-waktu saja, misalnya menghafalkan seluruh materi, kita cari inti-intinya saja karena lebih hemat waktu dan pikiran.

Jumat, 17 Januari 2014

PPTT Part 3


Setelah olahraga meremas-remas selesai dilaksanakan, kakak bantara mempersilahkan kita untuk tidur. Tp sebelum tidur, kakak bantara menyuruh kita untuk ganti pakaian pake PSOR *karena gak mungkin kan kita tidur pake PDH lengkap(?)

Di tenda, kita mulai ganti baju pake PSOR. Karena sebagian dari kita udah tau bakalan ada gebrak malam, jadi setengah leher kita gak dilepas. Name tag tetep dipake, brosur tetep disimpen di saku. Bahkan ada yg tidurnya pake sepatu dan bajunya di double pake PDH, karena mungkin takut nantinya gak keburu ganti baju + pake sepatu pas gebrak malam. Lucu bgt kalo inget ini =)

Kalo aku sih gak perlu kayak gtu, cukup baju PDHnya dijadiin bantal, kaos kaki gak dilepas, sepatu simpen di sebelah kepala *karena aku tidur deket lawang tenda, jd gampang*, name tag tetep dipake di setengah leher, brosur simpen di saku, plus boni disimpen diatas sepatu, berdoa, terus tidur deh :)

Sebelum tidur, kakak2 bantara mengecek ke setiap tenda untuk memastikan kita sudah siap tidur atau belum. Terus aku denger di tenda lain kakak bantaranya ngomong gini “KAK PUTRI, SEPATUNYA DILEPAS! INI WAKTUNYA TIDUR, JADI TIDAK USAH PAKE SEPATU! AYO DILEPAS SEPATUNYA DILEPAS!” aku sama temen setenda aku sih cuma cekikikan doang, lagian ngapain tidur pake sepatu. Segitunya yaa ngadepin gebrak malem(?) :D

Terus ada lagi yg anggota sangganya gak pada tidur (mungkin), karena takut nantinya gak bangun pas gebrak malam. Tp ketauan sama kakak bantaranya (haha iyalah, masa bantara dibohongin(?)). “KAK PUTRI, AYO CEPAT TIDUR! INI SUDAH MALAM, AYO TIDUR! DILEPAS SEPATUNYA KAK PUTRI”.

Ke tenda aku juga ada kakak bantara yg ngecek sih, kebetulan anggota sangga aku belum pd tidur karena sibuk beres2 baju takut nantinya riweuh. Palingan cuma ada 2 atau 3 orang yg udah siap tidur, termasuk aku. Kakak bantara ngebuka kancing tenda kita, trus “KAK PUTRI, KALIAN LAGI APA? KENAPA BELUM TIDUR?” | “siap, kak, lagi beresin baju” | “UDAH BERES2NYA NANTI AJA, SEKARANG CEPAT KALIAN TIDUR!” | “siap, kak”. Kakak bantara pun pergi meninggalkan kami.

Yg lucu adalah, ketika semua tenda putri sudah dicek sama kakak bantara, trus ada satu atau mungkin 2 orang kakak bantara putra yg lewat mau ke kamar mandi (entah mau bersiul atau bernyanyi, atau mungkin mandi? Ah entahlah!) mereka nanya gini “SUDAH TIDUR SEMUA?” ya karena anggota sangga aku udh pd tidur, termasuk aku yg udh menutup mata dari tadi, kita gak jawab. Tp gatau kenapa, ada tenda putri yg semua anggotanya ngejawab “SIAP, KAK, SUDAH”. Lah? Udah tidur ko bisa jawaaaabb-___- aku yg ngedenger suara mereka, ketawa pelan, termasuk kakak bantara yg tadi nanya. Trus kakak bantaranya bilang “KALIAN UDAH TIDUR KO BISA JAWAB?” mendadak hening seketika, trus kedengeran ada yg ketawa2 (mungkin anggota sangga yg tadi jawab) :D haha aku ngakak sendirian di tenda. Parah, masa udah tidur masih bisa jawab =D

Trus udah gitu, udah ajaa kita th tidur dgn mimpinya masing-masing. Tp akumah geuning gak mimpi ya? (ya eling aja ath Raaaann, sugan mah tidur di rumah yg nyaman, sampe bisa mimpi? Sadar woy! Ini kemping, PPTT woy! Mana bisa mimpi? Bisa tidur nyenyak aja alhamdulillah bgt kayaknya :D). 

Kita pun mulai tidur, mulai bermimpi sampai membelah malam *asik bahasanya. Dan tiba-tiba...........

Nguing..... nguing..... nguing..... nguing..... nguing..... mobil polisi datang!!!! (bukan woy!) Oh kalau gitu, mobil ambulans yg datang!!! (bukan jugaaa!) Oh ternyata itu suara eS.I.eR.I.eN.E -- “SIRINE!!!!!!!!!!” :O

Waaaaaa..... kita mulai panik... kita mulai panik....

Kakak bantara langsung ngebangunin kita secara paksa dan tidak manusiawi!!*ceileh dia mulai alay*
 “WOY! BANGUN WOY! AYOO BANGUN! KALIAN GAK DENGER SUARA SIRINE HAH? AYO BANGUN!”

“KAK PUTRIIII, AYO BANGUUUNNN!! JANGAN LELET KALIAN! AYOOOO BANGUN WOY BANGUUN!!”

Kita pun yg tadinya lagi enak2 tidur, bahkan mungkin ada yg lg asik bikin pulau, bangun dgn keadaan yg masih sangat lulungu (yaa kalian bayangin ajaa, kita lagi tidur, tiba2 dibangunin dgn cara kayak gitu), nyawa pun mungkin belum terkumpul semua =D

Parahnya, tenda aku tuh dibanguninnya sama kak Hana :O wuuuuu berasa kayak makan bon cabe level 300 :D udah mah aku tidurnya pas pintu tenda. Gokiiilll sumfaaahh XD (buat kakak bantara yg baca ini, ampun kak –v)

“AYO KAK PUTRI DIPERCEPAAAATTT!! KALIAN GAK DENGER SUARAA SIRINE HAAAHH? AYOO CEPAT KE LAPANGAAAANN ATAU SAYA ROBOHKAAANNN TENDA KALIAAANNN!!!” (bagusnya sih pake efek petir biar kayak di film2) ngedenger kak Hana bilang gitu, kita langsung buru2 pake sepatu, pake boni, ambil tongkat, trus ngacirr ke lapangan.

Di lapangan, sumpah itu gelap bgt! Gak ada cahaya, gak ada lentera, gak ada lampu, pokoknya GELAP titik! Kita kan jadi susah nyari barisan sangga kita. Ada yg teriak2 nyebutin nama sangganya (berharap temen2 sangganya denger dan datang menghampirinya wkwk), contohnya gini nih “RA. KARTINIII”, “AHMAD SUBARJOOO”, “SYARIFAH NAWAWIIIII”, “IR. SOEKARNOOO”, “MARSINAAAHH”, “PIERRE TENDEAN”, bahkan ada yg salah nyebut jadinya “INSINYUR SOEHARTOOO!” (mungkin karena faktor ngantuk haha),  ada yg lari2an nyari barisan, bahkan mungkin ada juga yg matanya baru melek dan bingung gak tau ini acara apaaa =D gokil deh pokonyaaaa..

Karena emang terbatasnya waktu dan cahaya, akhirnya kita baris seadanya. Gak tau itu sangga apa, yg penting bisa baris. Tp karena sangga aku bandel, akhirnya kita maksa baris dgn anggota cuma 3 orang, karena emang yg udah siap baris cuma 3 orang (nekat bgt kan?) trus kita ditanya sama kakak bantara “KAK PUTRI,KENAPA SANGGA KAMU CUMA 3 ORANG? YG LAINNYA MANAA?” | “siap, kak, tidak tau” | “POKOKNYA KAMI GAK MAU TAU, CARI SANGGA KALIAN SAMPAI KETEMU!” | beeerrrrr waeee lalumpatan nyari temen sangga yg lain. Ujung2na mah da kusabab teu kapanggih tea, angger wae baris jeung sangga nu lain-__- geus deuh padu baris, pikir teh.

Yg paling diinget, pas kakak bantaranya pd marahin kita. Gila aja, tengah malem kita dimarah2in cooooy -.- udah mah mata baru melek, malem2, dingin, weuhh resep baee :D kalau gak salah, kakak bantaranya ngomong gini nih “MANA SANGGA KALIAN? KALIAN BINGUNG?” atau seperti ini “BINGUNG KALIAN BINGUNG! SANGGA SENDIRI AJA GAK TAU! KALIAAANN TIDUUURRR HAAAHH?”

Karena emang kita baru bangun banget, alias matanya baru melek, ya kita gak jawab. Terus kakak bantaranya nanya lagi “ADA ORANG GAK DISINI? WOY JAWAB WOY!” | “siap, ada, kak” (bari jeung lulungu teaa :D) | “KENAPA KALIAN MASIH LELET? KALIAN GAK DENGER SIRINE HAH?” | ... | “HARUSNYA KALIAN SIGAP! TAU KAN SIRINE ITU ARTINYA APAAA?” | ... | 

“WOY JAWAAABB! KALIAN PUNYA MULUT GAAAKK?” | ... | “KALIAN TIDUURR?” | ... | 

“BAGUUUSSS! ADA YG PAKE SENDAL, ADA YG MAEN HAPE, ADA YG TIDURR!! EMANG DISURUH HAAAH??” | ... | “JAWAAABB KAK PUTRAAA!!” | ... | “KAMI LIAT, ADA YG PAKE PDH, ADA YG PAKE PSOR, ADA YG PAKE NAMETAG, ADA YG NGGA, ADA YG PAKE JAKET, ADA YG NGGA. YG BENERNYA YG MANAAAA?” | “siap, PSOR kak” | “KENAPA ADA YG PAKE  PDH? INI YG NAMANYA KOMPAAK HAH?” | ... | “JAWAAB WOYY! KALO ADA YG NANYA TUH JAWAAABB! SOPAN GAK KALIAANN? | ... | “AYOO SATU ORANG JAWAAB! MAU GIMANA KALIAN? INI YG NAMANYA KOMPAK? JAWAAAABB!”

Terus tiba-tiba, ada satu org kak putri pemberani yg ngacungin tongkatnya. Kalo gak salah namanya PutriRestu dr kls X IPA 3. “siap, kak, izin menjawab” | “SILAHKAAANN” | “kak, kami minta waktu untuk menyamakan pakaian kami | “CUMA PAKAIAN AJA? NAMETAG NGGA? BROSUR NGGA? MAU KAYAK GIMANA KALIAANN? | “siap, kak, pakaian, nametag, brosur, dan jaket kak” | “BUTUH BERAPA HITUNGAN UNTUK MENYAMAKAN SEMUANYA?” | ... | 

“JAWAABB WOOOYY!” | ... | “OKE, KAMI BERI KALIAN WAKTU 60 HITUNGAN UNTUK MENYAMAKAN SEMUANYA! KALIAN SANGGUP?” | “siap, tidak” | “TERUS KALIAN MAUNYA BERAPA?” | “siap, kak, 100 hitungan” | “KELAMAAN!” | ... | “SETELAH DIBUBARKAN, KALIAN GANTI PAKAIAN KALIAN MENGGUNAKAN PDH LENGKAP! DAPAT DIMENGERTI? INGAT YA, LENG-KAP!” | “siap, kak” | “UNTUK MENJALANKAN INSTRUKSI, TANPA PENGHORMATAN, BUBAR, JALAN!” | ... | “Waktu kalian 60 hitungan dari sekarang, 1..., 2...,3...”

Wuuuuuuuuuuuuuuu kita langsung lari2an ke tenda buat ganti pakaian pake PDH lengkap :o kebayang kan riweuhnya seperti apa :D aku langsung ganti baju pake PDH, pake sabuk, mindahin brosur ke saku baju, pake jaket, pake boni, dan.....

“57..., 58..., 59..., 60... SELESAI! SELESAI KAK PUTRAAA! KAK PUTRI, SELESAIII!” sirine pun bunyi!! Aku belum sempet ganti sepatu waaaaa :o yaudah lah aku langsung ambil tongkat dan ikut baris di lapangan. Di lapangan....

“KALIAN SUDAH LENGKAP SEMUA?” | “siap, sudah,” | “siap, belum” | “KALIAN YAKIN, SUDAH LENGKAP SEMUA?” | ... | “KAK PUTRI YG TADI NGASIH SOLUSI, KAMU YAKIN INI SUDAH LENGKAP SEMUA?” | “siap, belum kak” | “TRUS MAU GIMANA? TADI KATANYA KALIAN SANGGUP? MANA BUKTINYA? ADA YG MASIH BELUM LENGKAP LAH, ADA YG PAKE JAKET, ADA YG TIDAK. MAU GIMANA?” | “siap, kak, kami minta tambahan waktu” | “TAMBAHAN WAKTU? BERAPA?” | ... |

Trus ada salah satu alumni yg berbaik hati ngasih kita waktu 2 menit untuk melengkapi semuanya. Kakak bantaranya pun memberi lagi tambahan waktu 1 menit karena kita masih banyak yg belum lengkap pakaiannya. “YA SUDAH, KAMI BERI WAKTU 3 MENIT UNTUK MELENGKAPI SEMUANYA. DALAM WAKTU 3 MENIT, KALIAN HARUS SUDAH MELENGKAPI PAKAIAN KALIAN. DISINI TIDAK ADA TAMBAHAN WAKTU. DAPAT DIPAHAMI?” | “siap, dapat” | “ADA YG MAU DITANYAKAN?” | “siap, kak, ijin bertanya. Pake jaket atau tidak?” | “KALIAN MAU PAKE JAKET ATAU TIDAK?” | “siap, mau” | “UNTUK MENJALANKAN INSTRUKSI, BUBAR BARISAN, JALAN” | *hormat* | *hormat juga* | *turun tangan, balik kanan, ngaciirrrrrr :D

Aku langsung aja lari ke tenda, ganti sepatu, beres2 baju, pake jaket, bantuin temen yg belum siap, yaa gitu lah. Karena aku tinggal ganti sepatu aja, jadi waktu 3 menit itu aku pake buat bantuin temen yg belum pd siap, trus beres2 perlatan aku deh.

“WAKTUNYA 1 MENIT LAGI”

“heih, ayo ayo cepetan! Jgn lupa name tag, brosur, boni, jaket, sama tongkat kalian!” | “iyaa ayo, sangga kita jgn sampe pisah yaa” | “okeoke” kira2 gitu deh percakapan di dalem tenda aku.
Waktu 3 menit pun habis, sirine pun kembali bernyanyi. Nguing..... nguing..... nguing..... langsung para peserta PPTT berhamburan keluar tenda untuk selanjutnya inspeksi pakaian oleh kakak2 bantara, tak lupa mereka memakai name tag, membawa brosur, memakai boni dan baret mereka, dan yg paling penting : TONGKAT! (bukan bambu tenda XD)

Setelah dikumpulkan di lapangan, beralaskan tanah dan beratapkan langit =) di bawah taburan bintang-bintang yg indahnya luar biasa, bersama teman-teman se-angkatan yg kekeluargaan dan kebersamaannya sulit dilukiskan dgn kata2, kita pun berbaris sesuai sangga masing2.

“SUDAH LENGKAP SEMUA?” | “siap, sudah” | “KALIAN YAKIN SUDAH LENGKAP SEMUA?” | “siap, yakin” tiba-tiba kita aku melihat beberapa keanehan disana, mulai dari name tag yg gak nempel di tempatnya, brosur yg gak dibawa, sepatu yg bukan pasangannya (yg satu warrior, yg satu pantopel), jaket yg terbalik, ada yg pake sweater, ada yg pake sarung tangan, ada yg pantopelnya dobol, bahkan ada yg bawa tongkat yg SUBHANALLAH panjangnyaaa XD
Disitu kami dimarahin lagi sama kakak2 bantara (yaiyalah, anak SD juga tau kalo itu bukan suatu kekompakan). “KAK PUTRA, SEPATU KAMU KENAPA GAK SESUAI?” | “siap kak, tadinya buru2” | “SIAPA NAMA KAMU?” | “siap, Roni kak” (uhuk) | “KAK RONI, SANGGA APA?” | “siap, Sultan Hasanuddin” | “BAGUUUSSS! SEPATU MODEL APA INI?” | ... | “OH, TREND 2013 KAK, SEPATUNYA YG SATU PDH, YG SATU PANTOPEL. HA HA HA”

Dan yg bikin ngakak adalah ketika ada yg bawa bambu tendaa :D “KAK PUTRA YG BAWA BAMBU TENDA, MAJU KE DEPAN!” | ... (dia gak sadar) | “KAK PUTRA YG TONGKATNYA PANJAANG, CEPAT MAJU KE DEPAAN!” | ... (dia mulai bingung) | “KAK PUTRAAAA!!” | ... (akhirnya dia maju juga) | “KAK PUTRA, KENAPA KAMU BAWA BAMBU TENDA? INI TREND 2013 HAH? HAHAHA LUCU KAK, ADA TONGKAT MODEL 2013” | ngakak pokonya pas bagian ini :D XD

Setelah itu, kakak2 bantara mulai mengecek kelengkapan kami satu per satu. Mulai dari name tag, brosur, setengah leher, boni, baret, pakaian, sepatu, dll.

Ada lagi nih yg lucu, pas ada peserta yg ketauan pake baju di-double tp gak ngaku. Kan kakak bantaranya nanya gini ya “KAK PUTRA, KAMU DI DOUBLE?” | “siap, tidak kak” | “ITU APA?” (mungkin kakak bantaranya ngeliat celana OR dibalik celana PDHnya) | akhirnya dia ngaku :D “siap, iya kak” | “YG PAKAIANNYA GAK LENGKAP, MEMISAHKAN DIRI! JUJUR JUJUR, DARIPADA NANTI KAMI YG SERET KE DEPAN!”

Majulah mereka yg pakaiannya gak lengkap :D termasuk WADANAnya. Terus ada juga cowok yg lucu, dia atasannya pake PDH, pake setengah leher, pake baret, pake pantopel, bawa tongkat, tp bawahannya pake celana OR :D ditanyalah sama kakak bantara “KAK PUTRA, PAKAIAN MACAM APA INI?” | “siap, kak, SEMI PDH” (haha sugan aya? XD) dia pun langsung disuruh memisahkan diri ke depan.

Akhirnya, setelah yg lengkap dan kurang lengkap dipisahkan......


To be continue*

PPTT Part 2

okeee para fans aku yg udah gak sabar pgn baca cerita ini, langsung aja cekidot yuuuu :D anu part 1 th baru nyampe evaluasi kan ya? oke kita lanjut ke acara setelah evaluasi, yaitu....... *lupaaaa

oh iya, setelah acara evaluasi itu ada acara apel sore dan penurunan bendera. sebenernya ini sih acara mainstream bgt ya, hampir sama lah kayak acara apel sore pas kita latihan mingguan di sekolah. gak perlu dibahas kan? oke kita skip~

setelah apel sore & penurunan bendera, kita diperbolehkan bersih diri atau mandi untuk selanjutnya melaksanakan solat magrib dan mengikuti acara kerohanian. nah kita para cewek, langsung deh nyerbu kamar mandi buat melaksanakan ritual bersih diri-- tp da akumah ke tenda dulu sih, bikin parit trus naburin garam deh :)) oke lanjut ya, dan seperti kita tau, kamar mandi cewek itu selalu disesaki oleh para penggunanya untuk hanya sekedar 'bersiul', 'bernyanyi', mandi, bahkan ada yg cuci beras, cuci piring, dsb. kebayang kan antriannya sepanjang apa, kalo semua anggota sangga putri menggunakan kamar mandi yg sama dalam waktu yg bersamaan? uh! berasa kayak lagi antri sembako tau gak-.-

tp ya seperti yg telah disebutkan di atas, kamar mandi cewek selalu dipenuhi antrian, waktu yg diberikan juga sangat terbatas, dan saya kurang suka mengantri apalagi menunggu *karena nunggu yg gak pasti itu emg gak enak* jd saya putuskan untuk tidak mandi di hari pertama :D saya hanya 'bersiul' dan kemudian cuci muka, itupun dgn menggunakan sabun mandi -.- aw kebayang kan licin bgt muka gue dicuci pake sabun mandi, wkwk. tp gpp lah, yg penting bisa bersih diri, walaupun gak semuanya bersih :D

setelah itu aku ambil air wudhu, trus ikut gabung deh sama pasukan lain yg udah kumpul di lapang buat melaksanakan solat magrib plus acara kerohanian. tp sebelumnya aku ke tenda dulu buat ngambil mukena dan nyalain lampu badai di depan tenda biar greget :3

dari lapangan, keliatan bgt kamar mandi cewek antriannya mencapai 1km -.- dan pas liat kamar mandi cowok(?) anjrit kosong molongpooooong ~ aku heran, masa anak cowok gak pd mandi? olalaa, aku pikir mungkin mereka anti air-- atau bahkan TAKUT air? entahlah!

aku pun gabung sama yg lain. kan tiap sangga tuh disuruh gelar tikar ya buat acara tsb. nah sialnya tuh, sangga aku pd pisah anak2nya -.- jd kan gak gelar tikar di lapangan, jd pas aku mau gabung, gak ada tempat kosong buat solat. ebuset, aku solat dimana cobaaa? untungnya ada yg berbaik hati minjemin tempatnya buat dipake solat sama aku, yaa walaupun cuma buat solat doang :) (makasih Yusi Amelia ^^)

setelah solat, si bapak yg jadi imamnya tuh ceramah (aku lupa apakah ini Pak Rochimin atau Pak Ricky), yaa tentang dasa darma gitu deh. kebayang kan, ngedengerin ceramah di tengah lapangan terbuka bareng temen2 se-angkatan, berasa bgt kekeluargaannya :)))) ditambah lagi suasana hening, pergantian waktu yg tadinya siang menjelang malam, matahari mulai menyembunyikan sinarnya, desah angin senja yg mulai menyerang, dan pas lagi khusyu2nya kita acara kerohanian......

ujug2 gerimis geuraaaa-.- aw teu lucu kan? atuh anak2 yg tadinya lg pd duduk th lalumpatan ka tenda, da sing tendana kahujanan ceunah =D *tp da akumah setrong sih, gak takut hujan. da akumah bukan kurupuk yg kalo kehujanan terus leuleus gitu aja.

nah pas anak2 yg lain udh pd selesai ngeberesin tendanya, masang terpal nu naon, mereka ada yg balik lagi ke lapangan, ada juga yg kebagian piket masak di tendanya. karena memang acara setelah kerohanian adalah MAKAN MALAM :))) mirisnya, setelah terpal udh dipasang, ternyata hujannya gak jadi turun! justru langitnya kembali cerah. duh nih hujan ngerjain bgt yaaaa---

selesai acara kerohanian, kita going back to the tenda. trus kakak bantara yg di posko ngumumin, katanya skrg jadwalnya makan malam. aaahhh, akhirnya makan jugaa setelah seharian capek beraktifitas :) ckck.

waktu makan sih masih flat ya, gak ada yg interest. so, kita skip lagi~

di tenda, aku liat jadwal selanjutnya yg ada di brosur. acara selanjutnya yaitu SILAM. diliat dari namanya, awalnya aku mikir silam itu adalah EVALUASI MALAM. deg! jantung th asa berhenti berdetak-- serius nih kita bakalan evaluasi lagi? yg bener? serius? heih masa? lagi serius2 baca brosur, nguing......... nguing......... nguing........ sirine bunyi! langsung aja kita berhamburan ke lapangan, tak lupa brosur, nametag, setengah leher, dan boni dibawa.

di lapangan, kita dipersilahkan duduk oleh kakak bantara. aku mikir, lah katanya evaluasi malam, ko malah disuruh duduk sih? oh mungkin kakak bantaranya lg baik, jd kita dievaluasinya sambil duduk-___-

di depan kita udh ada satu org cowok yg tidak dikenal + dua org kakak bantara. trus kakak bantaranya bilang deh, "ADA YG TAU SEKARANG ACARANYA APA?" | "siap, tau" | "SATU ORANG JAWAB!" | "siap, kak ijin menjawab!" | "SILAHKAN" | "skrg acaranya silam, kak" (bari jeung teunyaho silam teh naon) | "ADA YG TAU SILAM ITU APA?" | ... | "TAU GAK? SILAM ITU DISKUSI MALAM" | "oooooohhhh" (mulai bungah karena bukan evaluasi malam)

trus kita dikenalin deh sama cowok yg tadi tidak dikenal tsb. ternyata itu alumni bantara 20 (kalau ga salah). namanya kak....... *lupa*

di acara SILAM tsb, kita bebas nanya2 tentang bantara, tentang pramuka, tentang PPTT, tentang PPTA, dan sejenisnya. yaa semacam acara sharing2 gtu deh. lumayan seru sih, selain buat ngilangin ngantuk yg menyerang, kita juga jadi tau banyak hal :) trus kita juga dikenalin sama alumni yg lainnya. kalo gak salah namanya Kak Uchin, alumni bantara 19.

kak uchin maju sambil bawa2 tongkat. trus beliau nanya, "SEBELUMNYA, DISINI ADA YG MERASA KEHILANGAN TONGKAT GAK?" lah kita tinglalieuk bae, sahaa nu leungiteun? trus ada satu org yg ngacungin tangan. kalo gak salah namanya TRIE RIZKI *apagitu.

"SAYA PENGEN TAU KESIGAPAN KALIAN, JADI SAYA ISENG AMBIL SALAH SATU TONGKAT KALIAN. EH KALIANNYA DIEM AJA" trus kak Uchin nanya ke si Trie itu, "KAK PUTRA, KENAPA KAMU DIEM AJA PAS SAYA AMBIL TONGKAT KAMU?" dia jawab "siap, kak, saya lagi gak enak perut!". Lah! apa hubungannya gak enak perut sama tongkat?-_- haha ada2 aja ya rekan kita :))

setelah SILAM selesai, tadinya kita mau olahraga malam. tp karena kondisinya yg kurang memungkinkan, akhirnya kita pun dipersilahkan tidur oleh kakak2 bantara. kita pun masuk ke tenda untuk sejenak mengistirahatkan otot2 yg sudah lelah beraktifitas seharian. okee gudnait!

to be continue....


PPTT Part 1


Jumat- Sabtu- Minggu, tepatnya tanggal 4-5-6 Oktober 2013, kami warga SMANDA Kuningan khususnya kelas X. Mulai dari kelas X IPA 1 sampai X IPS 1, ikut acara ini nih >> PPTT << alias Perkemahan Penerimaan Tamu Penegak Gugus Depan 09127/09128 Periode 2013/2014 *lengkap bgt* di Desa Sadamantra.

Tanggal 4, kita udah harus kumpul di sekolah tepatnya jam 6 pagi (biasanya jam segitu baru mandi, pas tgl 4 harus udh di sekolah-.- aw edan lain?) tp kita mengawalinya dgn semangat yg membara dan senyuman yg saaangaaaaaatt lebar :))) karena kita yakin, bahwa PPTT ini pasti bakalan berjalan seru dan menyenangkaaaan :D

Tepat jam 6 kita sudah dikumpulkan di lapangan smanda untuk inspeksi peralatan, karena aku kebagian jaga barang2 sangga di parkiran, jadinya aku inspeksi peralatannya di parkiran deh-_- setelah inspeksi peralatan, barang2 kita mulai diangkut naik truk buat selanjutnya dibawa ke bumi perkemahan atau Buper di Sadamantra.

Pas nyampe di buper, karena aku kebagian jagain barang2 sangga, akhirnya aku nyampe duluan deh bareng perwakilan 2 orang dari sangga yg lain. Pas nyampe, langsung aja kita pisah2in barang milik sangga kita untuk akhirnya dibawa ke kavling masing2. Selanjutnya kita mendirikan tenda, dengan bantuan kakak2 dari ekskul smandarikal. Di bagian ini sih masih flat ya, belum ada asik2nya. Palingan kepanasan karena bikin tenda doang. Oke bagian ini kita skip saja~

Siangnya, kan ada jadwal kerohanian tuh. Kak Putra sholat jumat, dan untuk Kak Putri keputrian. Dikirain mesjidnya tuh deket, eh ternyata.... harus jalan lumayan jauh, ditambah lagi terik matahari, duh rasanya tuh kayak pengen nyebur ke kolam deh-_- setelah kerohanian selesai, kita kan balik lagi ke buper tuh, nah sepanjang jalan kan ngelewatin banyak warung yaa, berjejerlah beragam minuman dingin aneka rasa. dan tahukah kalian? kita kan gak boleh jajan ya, jadi sepanjang jalan tuh cuma bisa nelen ludah doang, ngebayangin segernya es kelapa muda yg ada tetesan air di gelas bagian luarnya (",) ehm sambil nahan teriknya matahari (--') kebayang kan rasanya gimana?

Pas nyampe di buper, kita makan + istirahat dulu bentar, trus dilanjutin ke Pengetesan PBB dan tekpram. Awalnya aku mikir, wah kayaknya bakalan dimarahin besar2an nih sama kakak2 bantara kalo kita gagal pas pengetesan ini. Udah tegang deh pokonya, teu puguh rarasaan ceuk sundana mah-.-

Eh tp aku salah, ternyata pas pengetesan ini, kakak2 bantaranya baik2 bangeet :D pd ketawa2, becanda2, seru deh pokonyaa. Beda dari kakak2 bantara yg biasanya jutek, judes, plus marah2 mulu. Pokonya pas acara itu, kita tuh menyatu bgt sama kakak2 bantara :))

Nah pas sorenya, masuk deh ke acara Ranking 1. Yaa semacam acara yg ada di stasiun tv swasta gitu deh.. Acara ini cukup menghibur, walau pertanyaannya cukup konyol dan butuh ketelitian :D salut deh buat kakak2 bantara yg bikin soal nya. Sayangnya, sangga aku gagal di permainan ini, karena emang kurang teliti dan terlalu terburu2 :D gpp lah, menyemangati yg lain juga termasuk ibadah wkwk.

Selesai acara Ranking 1, ini nih yg paling menegangkan.. EVALUASI ~
seperti biasanya, kita dikumpulkan di lapangan lewat suara sirine yg bener2 bikin jantung deg2an kalo ngedengernya, menandakan kita harus selalu sigap dalam keadaan apapun. akhirnya sirine pun dibunyikan, nguing..... nguing.......... nguing...... kurang lebih begitu suaranya, ditambah lagi dengan suara teriakan kakak2 bantara yg mulai kesal gara2 kita masih lelet :D ampun kak--v

"KAK PUTRA! DIPERCEPAT!", "KAK PUTRI, 3 LANGKAH LARI!", "KAK PUTRA, KAMU JANGAN LELET!", "AYO SIGAP SIGAP!", ada juga kakak bantara yg sibuk belajar ngitung di lapangan *eh salah, ngitung kesigapan kita maksudnya. buat kakak bantara yg baca ini, ampun kak--v

"KALIAN TAU SEKARANG ACARANYA APA?" | "siap, tau" | "SATU ORANG JAWAB!" | ... | "AYOOOO JAWAAB! KALO ADA YG NANYA TUH JAWAB, SOPAN GAK KALIAN?" | ... | "KALIAN PUNYA MULUT GAK?" | "siap, punya" | "KALO PUNYA, KENAPA GAK JAWAB?" | *kalian tau pasti selanjutnya apaa =))

dan tahukah anda, pas bagian ini tuh yg selalu bikin kita deg2an setangah mati.. da nu paling bikin deg2annya mah pas aku ngacung terus lapor ada bantara yg minum sambil berdiri da -_- langsung kan tuh, 3 kakak bantara yg terkenal paling galak dateng nyamperin aku sambil marah2 :o

waaaaa, sumpah itu rasanya kayak mau perang dunia ke 3 tau gak :D langsung dagdigdug dagdigdug gak karuan. rame we lah pokona mah, untungna th aku gak punya penyakit jantung. mun punya mah bisa bahaya we lah -_-

pokona mah hari pertama PPTT th rame bae lah :D nu intina mah da anu pas evaluasi sih, deg2annya setengah mati. hehehe --v

to be continue...